KOMPOSISI JENIS DAN STRUKTUR UKURAN PANJANG HASIL TANGKAPAN PANCING ULUR DI PULAU SALEMO KABUPATEN PANGKEP

  • Farahdhillah Burhan Universitas Muslim Indonesia
  • Hasrun Hasrun Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Jamal Universitas Muslim Indonesia
Keywords: : Komposisi Jenis Dan Hasil Tangkapan, Pulau Salemo.

Abstract

Penelitian ini berjudul Komposisi Jenis dan Struktur Ukuran Panjang Hasil Tangkapan Pancing Ulur Di Pulau Salemo Kabupaten Pangkep. Pulau Salemo Kab. Pangkep Sulawesi Selatan yang terletak di perairan Selat Makassar, Sulawesi Selatan terdiri dari 120 pulauPancing ulur merupakan alat tangkap tradisional untuk menangkap ikan. Selain konstruksinya sederhana, pengoperasiannya juga tidak memerlukan modal yang besar, perkembangan perikanan pancing ulur tidak banyak mengalami kemajuan yang berarti jika dibandingkan dengan alat tangkap lainnya. Tujuan penelitian adalah untuk Mengetahui Komposisi Jenis Hasil Tangkapan Dengan Menggunakan Alat Tangkap Ulur Di Pulau Salemo Kabupaten Pangkep dan Menganalisa Struktur Ukuran Hail Tangkapan Alat Tangkap Pancing Ulur yang tertangkap Di Pulau Salemo Kabupaten Pangkep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode data primer yang diperoleh secara langsung dari masyarakat melalui observasi dan wawancara. Hasil Jenis ikan yang tertangkap dengan alat tangkap pancing ulur (hand line) di perairan Salemo Kab. Pangkep selama penelitian sebanyak 130 ekor yang terdiri dari 16 jenis spesies ikan. Hasil tangkapan didominasi dengan jenis ikan (Pseudobalistes flavimarginatus) 7,75%, ikan (acanthurus xanthoopterus) 20,16% dan Ikan (Epinephelus fuscoguttatus ) 10,85% sedangkan yang lainnya silver moony (Monodactylus argenteus ) 4,65% , ikan (Epinephelus fuscoguttatus) 3,10 %, ikan(pinephelus coioides) 4,65% , jenaha (Lutjanus argentimaculatus forsscal) 1,55% , ikan(Epinephelus polyphekadion) 6,20%, baronang lingkis (Siganus canaliculatus) 5,43%, ikan (Scarus Croicensis) , ikan kotak (Ostraciidae) 3,10 % dan ikan (Plectropomus leopardus) 3,88 %.

References

Dahuri, R. 2001. Pengelolaan ruang wilayah pesisir dan lautan seiring dengan pelaksanaan otonomi daerah. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 17 (2), 139-171.

Ekawati R, Musyafak, Jatmiko I. 2015. Perbandingan Hasil Tangkapan dan Laju Tangkapan Pancing Ulur di PPI Oeba, Kupang. Marine Fisheries. Vol. 6, 2, November 2015. Hal: 187- 193.

Syaukani M. 2004. Konsepsi Kelembagaan Dalam mewujudkan Sektor Perikanan Sebagai Prime Mover Perekonomian Nasional. Makalah Pribadi Pengantar ke Falsafah Sains. Sekolah Pascasarjana IPB. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 14 hal.

Nagelkerken, I., & G. Van der Velde. 2002. Do Non-estuarine Mangroves Harbour Higher Densities of Juvenile Fish than Adjacent Shallow-water and Coral Reef Habitats in Curacao (Netherlands antilles). Mar Ecol Prog Ser, 245: 191–204.

Pertiwi, W. 2011. Komposisi jenis dan ukuran ikan yang tertangkap dengan sero dan pukat pantai di Perairan Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. (Skripsi). Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Sudirman dan A. Malawa. 2012 Teknik Penangkapan Ikan. Rineka Cipta. Jakarta. 260 hlm.

Published
2023-06-30