Aspek Biologi Kepiting Putih (Syntripsa flavichela) Di Danau Towuti Kabupaten Luwu Timur

  • Nurhalisa Nurhalisa Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Jamal Universitas Muslim Indonesia
  • Ernaningsih Ernaningsih Universitas Muslim Indonesia
Keywords: Dinamika Populasi, Kepiting Putih, Danau Towuti

Abstract

Danau Towuti adalah danau tektonik yang merupakan danau air tawar terbesar di Indonesia setelah danau Toba, Danau ini memiliki 6 spesies kerang (Tylomelania), 3 spesies kepiting (Gecarcinucidae), 6 spesies udang dan 10 spesies ikan bersirip tajam (Thelmaterinidae). Salah satu jenis kepiting yang ditemukan di danau Towuti adalah Kepiting Putih atau Syntripsa Flavichela. Syntripsa Flavichela merupakan kepiting yang bernilai ekonomis dan umumnya ditangkap sebagai salah satu sumber protein masyarakat setempat. Data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah data primer yang berasal dari pengambilan data di lapangan berupa pengukuran lebar karapaks dan bobot kepiting putih, jenis kelamin, dan tingkat kematangan gonad. Pengambilan sampel dilakukan seminggu 1-2 kali dengan metode bertingkat (Stratified Random Sampling). Pengambilan sampel kepiting di Danau Towuti dilakukan dengan cara menyelam pada kedalaman 1 – 7 meter dan jarak daerah pengambilan sampel sejauh 20 meter. Alat yang digunakan yaitu kaca mata selam, kaos tangan dan baskom yang disimpan mengapung untuk menyimpan kepiting yang tertangkap. Kepiting putih (S. flavichela) yang berukuran kecil biasanya banyak ditemukan di kedalaman 1 – 3 meter sedangkan kepiting putih (S. flavichela) yang berukuran besar banyak terdapat di kedalaman 4 – 7 meter lebih. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Danau Towuti, Kabupaten Luwu Timur, dapat disimpulkan sebagai berikut : A. Aspek Biologi Kepiting Putih (S. flavichela) 1. Perbandingan nisbah kelamin kepiting putih jantan dan betina adalah 1:1 2. Nilai faktor kondisi kepiting putih jantan 0.1776 - 36.9352 dengan rata – rata 6.8711, sedangkan untuk kepiting putih betina berkisar 0.4690 - 33.6905dengan rata rata 9.4015.

References

Haffner G.D, Hehanusssa P.E, Hartoto D. 2001. The biology and physical of large lakes of Indonesia: Lakes Matano dan Towuti. The Great Lakes of the World (GLOW): Food-web, health and integrity, pp. 183-192. Edited by M. Munawar & RE. Hecky. Ecovision World Monograph Series. Backhuys Publ. Leiden, The Netherland

Zar, J.H. 2010. Biostatistical Analysis. Fifth edition. Pearson Prentice Hall. New Jersey. 944 p.

Sunarto. 2012. Karakteristik Bioekologi Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Laut Kabupaten Brebes. Disertasi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Sentosa, A. A., dan Syam, A. R. 2011. Sebaran Temporal Faktor Kondisi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Perairan Pantai Mayangan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Jurnal Perikanan (J. Fish. Sci) XIII (1): 35 – 39

Published
2023-06-30