ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI AKIBAT ABRASI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PESISIR PANTAI LOMBANG – LOMBANG KECAMATAN KALUKKU

Penulis

  • Haryanto Asri Universitas Muhammadiyah Mamuju

DOI:

https://doi.org/10.33096/gaeyxh59

Kata Kunci:

Perubahan Garis Pantai, Abrasi, Penginderaan Jauh, DSAS, Kalukku

Abstrak

Abrasi pantai merupakan permasalahan lingkungan yang berdampak pada perubahan garis pantai dan aktivitas masyarakat pesisir. Pantai Lombang–Lombang di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, merupakan salah satu wilayah pesisir yang mengalami abrasi cukup signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perubahan garis pantai akibat abrasi menggunakan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG), serta (2) merumuskan strategi adaptasi abrasi untuk mendukung pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan citra satelit Google Earth Pro tahun 2015, 2020, dan 2025 yang dianalisis menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) pada perangkat lunak ArcGIS dengan parameter Net Shoreline Movement (NSM), Shoreline Change Envelope (SCE), dan End Point Rate (EPR). Data pendukung diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan masyarakat pesisir, kemudian dianalisis menggunakan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar segmen Pantai Lombang–Lombang mengalami kemunduran garis pantai dengan nilai NSM hingga −31,14 m dan laju abrasi mencapai −3,11 m/tahun, meskipun pada beberapa lokasi terjadi akresi. Analisis SWOT menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove dan pengelolaan pesisir berbasis ekosistem merupakan strategi adaptasi utama dalam mengurangi dampak abrasi dan meningkatkan keberlanjutan wilayah pesisir.

Diterbitkan

2026-02-26