ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS EKOSISTEM LAMUN DAN BIOTA ASOSIASINYA DI PERAIRAN KELURAHAN TANAH LEMO KABUPATEN BULUKUMBA DAN PULAU BUHUNG PITUE KABUPATEN SINJAI
DOI:
https://doi.org/10.33096/56xmkh60Kata Kunci:
Lamun, Biota, Kelurahan Tanah Lemo, Pulau Buhung PitueAbstrak
Ekosistem lamun sangat penting bagi habitat pesisir, tempat pemijahan, sumber makanan, dan perlindungan garis pantai, namun rentan terhadap gangguan manusia. Penelitian bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas ekosistem lamun dan biota megabentos serta indeks ekologi yang berasosiasi di perairan Kelurahan Tanah Lemo dan Pulau Buhung Pitue; dan mengetahui nilai indeks kesamaan komunitas serta indeks asosiasi antara lamun dan biota megabentos di kedua lokasi penelitian.Penelitian ini 25 Mei–25 Juni 2025 menganalisis struktur komunitas lamun dan megabentos, indeks ekologi, serta hubungan keduanya di Kelurahan Tanah Lemo dan Pulau Buhung Pitue. Tanah Lemo memiliki empat spesies lamun dan enam spesies megabentos, sedangkan Buhung Pitue memiliki lima spesies lamun dan sepuluh spesies megabentos. Thalassia hemprichii dan Enhalus acoroides mendominasi lamun, sedangkan Diadema setosum, Canarium urceus, dan Tripneustes gratilla mendominasi megabentos. Keanekaragaman dan stabilitas lebih tinggi ditemukan di Buhung Pitue. Indeks kesamaan Morisita menunjukkan pola sebaran seragam, namun hubungan antarspesies tergolong lemah. Temuan ini menegaskan dampak aktivitas manusia serta perlunya konservasi di wilayah yang masih alami.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Tiara Oktaviani, Hamsiah Hamsiah, Rustam Rustam

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





.png)



