HUBUNGAN KEDALAMAN SARANG SEMI ALAMI TERHADAP KEBERHASILAN PENETASAN TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI RUMAH PENYU KAMPUNG KREASI KECAMATAN SUPPA KABUPATEN PINRANG SULAWESI SELATAN

Penulis

  • Andi Sitti Muthia Panguriseng FPIK UMI
  • Kamil Yusuf Universitas Muslim Indonesia
  • Rustam Yusuf Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/d90p1040

Kata Kunci:

Penyu Lekang (L.olivasea), Kedalaman Sarang, Sarang Semi Alami, Penetasan Tukik, Konservasi Penyu.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi pengaruh kedalaman sarang semi alami terhadap keberhasilan penetasan penyu lekang (Lepidochelys olivacea) Telur penyu dipindahkan dari sarang alami ke sarang semi alami dengan tiga perlakuan kedalaman berbeda 15 cm : 25 cm, 40 cm dan 55 cm, masing-masing dengan dua ulangan. Parameter lingkungan seperti suhu dan kelembaban diukur secara berkala selama masa inkubasi 46 Hari. Berdasarkan hasil analisis  korelasi pearson, diketahui bahwa terdapat hubungan yang berbeda antara masing-masing variabel lingkungan terhadap keberhasilan penetasan telur penyu lekang (L, olivacea). Hasil analisis menunjukkan bahwa kelembaban memiliki hubungan yang positif dan signifikansi dengan keberhasilan penetsan, dengan nilai koefisien korelasi R = 0.142 dan nilai signifikansi p = 0.009 (P<0.05) Sementara itu, variabel suhu menunjukkan korelasi yang lemah terhadap keberhasilan penetasan telur penyu lekang (L, olivacea), dengan nilai R= 0.049 dan nilai signifikansi p = 0.208 (p > 0.05). Selain itu juga, ditemukan adanya hubungan negatif yang cukup kuat antar suhu dan kelembaban (R = -0.365 ; p = 0.000), yang berarti bahwa peningkatan suhu cenderung diikuti oleh penurunan kelembaban.Kedalaman optimal ditemukan pada 40 cm dengan tingkat penetasan sebesar 87.65%. Hasil ini menyatakan bahwa pengelolaan kedalaman sarang, merupakan faktor kunci dalam konservasi.

Referensi

Darmawati, 2020. Hubungan Kedalaman Sarang Semi Alami Terhadap Persentase Penetasan Telur Penyu di daerah Pesisir Pantai Lampukk Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, Jurnal la’ot Ilmu Kelautan Vol 3 (2) : 2684-7051.

Dermawan, A. (2009). Pedoman Teknis Pengelolaan Konservasi Penyu. Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau Kecil. Jakarta.

Ferdiel. (2022). Peran Penyu dalam Keseimbangan Ekosistem dan Jurnal Konservasi Laut. Jurnal Kelautan Tropis, 12(2), 110-125.

Hendi. (2020). Manajemen Penetasan dan Pengaruh Temperatur Terhadap Keberhasilan Daya Tetas. Jurnal Ilmiah Peternakan/Akuakultur.

Miller, J. D. 1997. Reproduction in sea turtles. Dalam The Biology of Sea Turtles (P. L. Lutz & J. A. Musick, Editor). CRC Press, Boca Raton, Florida. Halaman 51–81.

Renaldi. (2025). Pengaruh Pemisahan Telur terhadap Keberhasilan Penetasan Alami pada Unggas. Jurnal Ilmu Peternakan dan Perikanan, 12(1), 45-53.

Ria, 2022. Tingkat Keberhasilan Penetasan Penyu Lekang (Lepidochelys Olivacea) Pada Sarang Semi Alami, Jurnal Biococetta vol 8 (1), https://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/index.php/BioCONCETTA.

VindyRilani, 2023. Karakteristik Habitat Bertelur dan Penetasan Telur Penyu Lekang (L. Olivacea) di Kawasan Konservasi Penyu Pantai Binasi, Jurnal aquatic and fisheries Sciences vol. 2 (1) : 1–7. https://talenta.usu.ac.id/aquacoastmarine/article/download/11179/6000/41874. (Pertanian, 2016)

Diterbitkan

2026-08-26