PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus)
Keywords:
Pertumbuhan; Kelangsungan Hidup; lobster air tawar (cherax quadricarinatus)Abstract
Frekuensi pemberian pakan buatan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui frekuensi pemberian pakan yang paling efektif dalam mendukung pertumbuhan optimal serta meningkatkan tingkat kelangsungan hidup. Percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 (empat) perlakuan yaitu; Perlakuan A dengan frekuensi pemberian pakan 1 kali dalam sehari jam 08.00 sebanyak 5% setiap pemberian. Perlakuan B frekuensi pemberian pakan 2 kali dalam sehari jam 08.00 dan 20.00 sebanyak 2,5% setiap pemberian. Perlakuan C frekuensi pemberian pakan 3 kali dalam sehari jam 08.00, 14.00, dan 20.00 sebanyak 1,7% setiap pemberian. Perlakuan D frekuensi pemberian pakan 4 kali dalam sehari jam 08.00, 12.00, 16.00, dan 20.00 sebanyak 1,25% setiap pemberian. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi pemberian pakan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan pertumbuhan panjang mutlak. Tingkat pertumbuhan tertinggi dihasilkan pada perlakuan B (2 kali pemberian) dengan pertumbuhan panjang mutlak 2,89 cm, Bobot mutlak 2,49, dan tingkat kelangsungan hidup (SR) 93,33%.
References
Boyd, C. E. (2015). Water Quality: An Introduction. Springer.
Boyd, C. E., & Tucker, C. S. (1998). Pond aquaculture water quality management. Springer Science & Business Media.
Effendi, M.I. 2002. Biologi Perikanan. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusatama.
Hadijah, S. T. (2015). Pengaruh perbedaan dosis pakan terhadap laju pertumbuhan dan sintasan lobster air tawar capit merah (Cherax quadricarinatus)." Octopus- Jurnal Ilmu Perikanan 4.1 (2015): 375-380.
Hakim, R. R. (2007). Optimalisasi Pertumbuhan dan Sintasan Benih Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) dengan Penggunaan Jenis Substrat Dasar yang Berbeda. Naskah Publikasi Penelitian Pengembangan IPTEKS, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Malang.
Iskandar, 2003. Budidaya Lobster Air Tawar. Agromedia Pustaka. Jakarta. 132 hal. Iskandar, 2006. Budidaya Lobster Air Tawar, Agro Media Pustaka. Jakarta.
Jones, C. M. (2010). The biology and aquaculture of freshwater crayfish. Wiley-Blackwell.
Kurniasih, Titin. "Lobste r air tawar (parastacidae: Cherax), aspek biologi, habitat, penyebaran, dan potensi pengembangannya." Media akuakultur 3.1 (2008): 31-35.
Lawrence, C., & Jones, C. M. (2002). Cherax. In D. M. Holdich (Ed.), Biology of freshwater crayfish (pp. 635–669). Blackwell Science.
Lim, K. C. W. (2006). Pembenihan Lobster Air Tawar Meraup Untung dari Lahan Sempit. Agro Media Pustaka. Jakarta.
Lukito,A., & Prayugo, S. (2007). Panduan Lengkap Lobster Air Tawar. Jakarta: Penebar Swadaya.
Tacon, A. G. J., & Metian, M. (2015). Feed matters: Satisfying the feed demand of aquaculture. Reviews in Fisheries Science & Aquaculture, 23(1), 1–10. https://doi.org/10.1080/23308249.2014.987209.
Westhoff, J. T., & Rosenberger, A. E. (2016). A global review of freshwater crayfish temperature tolerance, preference, and optimal growth. Reviews in Fish Biology and Fisheries, 26(3), 329–349. https://doi.org/10.1007/s11160-016-9430-5




