ANALISIS KLASIFIKASI KOMUNITAS EKOSISTEM MANGROVE SERTA BIOTA YANG BERASOSIASI DI KAWASAN WISATA MANGROVE LUPPUNG DAN TONGKE-TONGKE

Authors

  • Sri Wahyuni Sri Wahyuni, Ilmu Kelautan, Universitas Muslim Indonesia Makassar
  • Rustam Rustam FPIK UMI
  • Muhammad Yunus FPIK UMI

DOI:

https://doi.org/10.33096/wk978g12

Keywords:

Mangrove, Biota, Luppung, Tongke-Tongke

Abstract

Hutan mangrove di Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan 202 jenis tercatat, di antaranya sekitar 47 jenis tergolong mangrove sejati. Ekosistem ini menghasilkan materi organik yang berfungsi sebagai sumber makanan sekaligus tempat pembesaran bagi berbagai organisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis mangrove dan fauna asosiasi di kawasan mangrove Luppung dan Tongke-Tongke, menganalisis struktur komunitasnya, serta menilai indeks kesamaan komunitas dan indeks asosiasi mangrove–fauna. Survei yang dilakukan pada bulan Mei hingga Juni mencatat empat jenis mangrove dan 21 jenis fauna asosiasi. Kerapatan mangrove mencapai 6.989 ind/ha di Tongke-Tongke dan 5.107 ind/ha di Luppung. Komposisi mangrove di Luppung lebih beragam, didominasi oleh Rhizophora mucronata (93,62%), sedangkan di Tongke-Tongke seluruhnya terdiri dari R. mucronata, mencerminkan struktur yang homogen. Kelimpahan fauna tercatat sebanyak 8.568 individu di Luppung dan 11.919 individu di Tongke-Tongke. Keanekaragaman jenis (H’) mangrove tergolong rendah di Luppung (0,30) dan tidak ada di Tongke-Tongke (0,00), menunjukkan dominasi satu spesies. Keanekaragaman fauna tergolong sedang di kedua lokasi (H’ = 2,17 dan 2,26). Pola sebaran bersifat merata, dengan indeks Morisita 0,997 untuk mangrove dan 0,894 untuk fauna. Analisis asosiasi menunjukkan komunitas fauna di Luppung lebih dinamis dan memiliki interaksi ekologis, sedangkan di Tongke-Tongke asosiasinya lemah, dengan hampir semua nilai mendekati nol.

Downloads

Published

2026-02-26